bEiJiNg..cHInA 2005
Walau dah lama berlalu tapi pengalaman pertama memang tak akan pernah dilupakan…seperti cinta pertama, pengalaman pertama akan terus tergores dalam hati seumur hidup…demikian pula dengan pengalaman pertamaku pergi merantau ke Luar negeri…hemmm tepatnya 3 tahun silam tanggal 1 Desember 2005 aku ditugaskan ke RRC untuk mengikuti diklat Ecco Leather yaitu diklat penyamakan kulit yang ramah lingkungan di Beijing selama hampir 2 bulan…ya bangga emank…tapi pisah dengan keluarga juga sangat menyedihkan…di Beijing kami dari Indonesia ada 7 orang.. saya, Pak Herru dari Balai Kulit Yogyakarta, dan 5 orang dari Jakarta dari Pusat tepatnya…Mas Ari Hendarto, Mbak Yana (satu-satunya cewek dari Indonesia), Pak Kaharudin, Pak Richard, dan Pak Kris….total peserta adalah 33 orang dan ada 9 negara termasuk Mongolia, China sendiri, Rusia, Arab, Syria, Vietnam, Afrika dan Timor Leste….Kami training masalah Pengolahan kulit…dan ilmu baru pada waktu itu bagi negara China adalah penerapan Enzim Protease sebagai bahan agensia Unhairing…atau perontok bulu..padahal dalam prakteknya saya di Laboratorium Mikrobiologi..praktek mahasiswa telah menggunakan jamur Aspergillus sp sebagai bahan perontok bulu…tapi hal tersebut tidak masalah malahan dapat menjadi tambahan pengetahuan dan pengalaman di Luar Negeri..
pengalaman itulah yang membuat diriku yakin bahwa Tuhan akan sellau hadir dalam kehidupanku…
Tuhan selalu hadir padaku dan selalu memberi anugerah yang berlimpah….hal itu sangat aku ingat karena pada tahun yang sama tahun 2005 bulan maret tanggal 11 adalah tahun dimana yang membuat hatiku teriris sedih…Pakdhe Gito adalah kakak Ibuku yang selalu menganggap aku sebagai anaknya, dan sangat aku hormati…mendadak dipanggil oleh Nya pada bulan Maret 2005…sangat menyedihkan…dan aku belum sempat membahagiakan beliau…dan selalu menolak diajak untuk menemaninya naik pesawat terbang…karena tinggal akulah yang belum mau naik pesawat terbang…tapi sekali aku pertama naik pesawat aku langsung naik pesawat ke China…tapi dalam hatiku berdoa…Pakdhe…aku dah naik pesawat…dan malah jauh dari pernah kau mengajakku ke Bengkulu tempat Tanteku..tapiiiiii..sedih emank..Pak dhe ndak bisa melihatku..karena Beliau telah terbang lebih jauhhh dan jauhhh sekali…Terima kasih Pakdhe….disaat hatiku sangat sedih..maka Tuhan memberi hadiah pengobat sedihku yaitu aku berangkat ke China kata orang klo dah ke China berarti dah jauh dari Profesor..”carilah Ilmu sampai negeri China”……….hemmm tapi aku gak pinter…cuma beruntung….Terima kasih Tuhan…..I lOve You
itulah yang selama ini tak bisa aku lupakan…Pak Dhe Gito…pak dheku yang tak bisa digantikan oleh Pak Dhe..Pak Dhe yang laen….Pak Dhe semoga Engkau selalu dapat melihatku dan mendampingiku dari atas sana…….Aku ke Beijing juga mendapatkan pengalaman yang sangat menakjubkan…mengapa?? karena pada waktu ke Great Wall (Tembok Besar China) disana sangat dingin dengan temperatur -15 derajat Celcius…dalam posisi naik…dan angin kencang…nafas ini seolah berhenti…dalam hati saya berdoa..Tuhan jangan ambil nyawaku di tempat ini….dan saya selalu menyerahkan diri saya pada KuasaNya…sungguh pengalaman yang mendebarkan…walau badan telah rangkap pakaian 7 jumlahnya dan celana 4 rangkap..tetap saja hawa dingin tetep merasuk sampai tulang….sungguh suasana yang membuat aku tak berkutik pada waktu itu
Dari situlah aku sekarang yakin Tuhan selalu menyayangi aku apa adanya….oh ya dalam foto itu aku naek Unta khusus untuk para Pangeran dan putri raja untuk berkeliling naek Great Wall yang katanya hampir 1200 mil panjangnya…jadi saya pura-pura naek unta tersebut dan hanya membayar 50 Yuan…ya itulah pengalaman saya di China…sekarang adalah Jerman negara kedua yang saya kunjungi










