cAtAtAn HaRiAnKu
Aku tak menyangka akhirnya aku berangkat juga ke Jerman..persiapan yang begitu mepet, akan tetapi Tuhan tetap membantuku dan itulah sesuatu Indah pada waktunya…tanggal 31 Agustus aku terbang ke Jerman menggunakan Malaysia Airlines..jam 7 malam aku berangkat dari Bandara Soekarno Hatta dan perjalanan pun selama 16 jam…jenuh, cape dan bingung aku harus apa nantinya…tanggal 1 September 2008 jam 8 pagi aku tiba di bandara Frankfrut..kota pertama adalah Saarbrücken..merupakan ibu kota propinsi..kota yang indah dan mengesankan…aku memulai hidupku yang baru disana dengan semangat baru tapi dengan perasaaan campur aduk tak menentu…aku bingung, aku bingung dan bingung ada di negara orang dan jauh dengan orang-orang yang kusayangi…orang pertama yang kurindu adalah Bapakku..mengapa ? karena beliaulah yang selalu mendorong diriku memotivasi aku sehingga aku selalu semangat…Beliaulah yang selalu menjadi inspirasi hidupku, beliaulah yang selalu kurindukan…BAPAK terimakasih….jasamu begitu besar…Tuhan lindungi dia dan berilah kebahagiaan selalu seperti Engkau memberikan kebahagiaan bagi Bunda Maria..ada perkataan bapakku yang selalu teringat dan selalu kukenang dan menjadikan aku pergi ke negeri asing ini. Bapakku bilang apabila kamu jadi pergi ke Jerman maka Trah dari Eyang baik dari Bapak atau Ibu cuma kamu yang pergi ke Jerman…ach so….bangga kali aku…..minggu pertama di Saarbrücken aku stress makanan ndak enak, dan membuat tekanan darahku naik sehingga harus kontrol ke dokter tiap minggunya…busyet….tambah pusing…makanan seperti makanan bayi dan tlethong sapi bayangkan bayam aja dijadikan bubur, dan huek huek….untung aku punya teman-teman yang mendorongku dan memberikan aku semangat…Mas Hendra guru SMK Tunas Harapan Salatiga dia orang yang begitu dekat dan memotivasi saya untuk ikut training ini…kuanggap sebagai kakak dan sahabatku, Mbak Esti dari Mercedes-Benz Jakarta yanhg kuanggap sebagai Kakakku yang baik dan oh my God Cantik nian beruntung aku kenal dan dekat dia dan selalu perhatian padaku di sini…Mas Aditya guru SMK Situbondo, yang selalu mengajariku bahasa Jerman dengan sabar, Om Gogon guru SMK St.Mikael Solo yang menjadi tempat curhatku karena dia pula semangat akan Yesus tetap Menyala…Pak Sumadi yang selalu mengajariku berhemat “klo masih layak dipakai kenapa harus beli”, Pak Wagiyono yang selalu memberikan wejangan kehidupan dan Pak Bambang adalah bapak yang sederhana dan mengajariku membuat laporan harian dan yang selalu jadi teman ngobrol dan tentunya Pak Syahrir dari SMK Banjarmasin yang baru kukenal di Jerman ini menjadi Paman baruku dan selalu menasehatiku akan segalanya…terima kasih semua teman-temanku dan sekarang Saudaraku…Minggu ketiga akhirnya aku memulai kursus Bahasa Jerman..dan pusingku telah dibuatnya lagi…Semua peserta dari 3 zona (Afrika, Timur tengah dan Indonesia) dikelompokkan menjadi tiga kelas. Berdasarkan hasil placement test kemarin, saya berada di kelas bersama 15 orang peserta lain.. Jumlah peserta dari Indonesia paling banyak, 20 orang. Jumlah tersebut sama dengan jumlah peserta dari Afrika yang terdiri atas beberapa negara. Kursus ini merupakan awalan dari kursus bahasa jerman yang akan dilaksanakan selama 3,5 bulan. Setengah bulan dilaksanakan di Saarbrücken dan tiga bulan berikutnya kemungkinan akan dipindahkan ke Manheim. Jadi selama sebulan peserta disambut di Wilkomenhausn ini, untuk menjalani serangkaian tes kesehatan, pengenalan dan penyamaan persepsi tentang kursus bersama peserta2 dari negara2 lain. Lucu juga kursus bareng orang-orang dari negera lain. Masing-masing belum ngeh banget bahasa jerman, sementara bahasa sehari-harinya berbeda. Ada yang bahasa Arab (Timur Tengah), Perancis (Afrika), Inggris (Indonesia, Mesir). untung aku di kelas yg diajar oleh Dosen Frau Permata dosen dari Indonesia. Dia adalah mahasiswa S2 Bahasa Jerman di Saarbrücken yang bekerja paruh waktu. Konon alumni sastra jerman UI ini belajar ke Jerman tidak dengan beasiswa….Cantik ndak tapi menarik hatiku…sungguh rupawan dan pintar dia…sayang cuma dua minggu kita berkenalan…
Hari pertama kursus, Lehrerin-nya sudah banyak nambahin materi, terutama materi2 yang menurut hasil test merupakan titik lemah grupe saya, yaitu mambuat kalimat pas perfect. Seharian kami diajak mengingat kembali materi itu dan sesekali ditambahi materi2 baru. Memang materi ini cukup sulit karena melibatkan perubahan kata yang tidak beraturan (semacam iregular verb dlm bahasa inggris). Hampir bisa dikatakan tidak ada rumus bakunya, jadi ya musti dihafal. Akhir pelajaran kami diberi hausaufgaben (PR).
…..dan tanggal 1 Oktober aku pindah ke Kota Mannheim kota lebih besar dan lebih ramai….Kursus lebih padat dan lebih tinggi tingkatannya A2, B1 dan B2 itulah yang harus kulalui selama 3,5 bulan….dan…..
Tau gak??? , kami para peserta ILT dari Indonesia, Mesir, Syiria, Libanon, Yaman, dan Negera-negara Afrika diajak ke Universitas Saarbrücken. Univ tersebut dibangun ditengah hutan, di lokasi bekas tanksi militer. Pintu gerbangnya masih sangat kental citarasa militernya, tapi bangunan di dalamnya tidak lagi. Ada banyak jurusan di sini, tapi dua yang paling diunggulkan, yaitu informatika komputer dan nano technology. Kuliah disini “hanya” € 500 per semester. Itu saja masih sering diprotes, karena katanya dulu sekolah disini gratis sejak SD sampai kuliah. Sistem pendidikan di Jerman berbeda dengan di Indonesia. Semua anak usia 6 – 10 wajib menempuh mandatory education, semacam wajib belajar sampai tingkat SD. Setelah itu anak dengan bimbingan dan keputusan orangtua boleh memilih untuk masuk jalur akademik (Gymnasium) atau jalur vokasional, hal ini sangat tergantung kemampuan anaknya. Orangtua disini paham betul dengan hal itu, sehingga tidak ada yang memaksakan harus masuk jalur akademik. Pada jalur vokasional mereka memang disiapkan untuk jadi pekerja di industri sesuai jurusan yang mereka pilih. Mereka sekolah sampai sampai umur 18 tahun, kemudian bekerja. Bagi anak yang berprestasi dari jalur ini dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (semacam program diploma/ahli madya di Indonesia), sehingga mereka mejadi paramedis, teknisi di industri, dll. Pada jalur akademik (hanya untuk anak2 yang kemampuan akademisnya bagus) mereka mula-mula belajar Bahasa Inggris dan Perancis. Setelah itu mereka belajar kimia, matematika, sastra dll. Selama disini mereka menempuh tiga kali ujian, dan mereka harus lulus untuk bisa mengikuti proses selanjutnya. Jika tidak lulus mereka dapat mengulang satu kali. Jika tidak lulus lagi mereka harus (tidak boleh nawar) kembali ke jalur vokasional. Setelah menempuh tiga kali ujian (umur 18an th) mereka bisa meneruskan ke universitas. Jurusan yang bisa dipilih tergantung nilai mereka, misalnya untuk kedokteran, hanya menerima lulusan terbaik 1 – 10! Tidak ada lagi tes masuk universitas. Kampus sudah percaya dengan hasil ujian dari sekolah sebelumnya. Beda dengan di kita kan?



Hai Ri …. Wah keduluan aku, blog-mu udah nongol. Congratz dah. Pasti serulah petualangan di tempat baru. Nikmati setiap detiknya. Btw, yang kamu bilang di Phuket bener, jadual trav ku mundur tahun depan. Wek!
tenang aja mbak pasti kalau mimpi itu akan jadi nyata klo Tuhan berkenan
Kebahagiaan akan memelukmu bila karya dan katamu menguntungkan dirimu dan orang lain.GBU.
Kebahagiaan akan senantiasa memelukmu bila karya & katamu menguntungkan dirimu & orang lain. GBU.
Tuhan selalu memberiku Anugerah kebahagiaan berlebih…moga aku dapat memberi kebahagiaanku pada orang lain…
wueeeee….
TOP BGT. jadi pengen nehhhhh kesanaaaa……
bersyukurlah kamu Ri udah dapet kesempatan untuk ke Europe. Meluuuu
biasa lagi mas….ehm mungkin tahun depan bisa tuh….mungkin kamu cuocok dech….aku doain dech mas anwar dapat yang lebih indah anugerahNya….amin
It shows that God always love U, mas…
He is there to protect and support you from people that always care about you….
Be strong always mas…I believe that it’s still a long long journey, just face everything and remember you still have your family and friend that always pray for you. Good Luck, Mas… GBU
Memang semua indah pada waktunya….and I still walk in my pathway…hope that this light will always accompany me…